Benarkah Aksi 212 Bagaikan Buih Yang Tidak Berkualitas?


Menjelang aksi 212 yang dilakukan jutaan umat Islam beberapa hari yang lalu, beredar di medsos tentang komentar sebagian orang yang lemah mental dan gagal faham, menilai aksi super damai tersebut bagaikan buih yang tidak berkualitas. Tulisan ini bermaksud menjelaskan hadits tentang buih tersebut serta makna dan korelasinya dengan aksi 212.

Diriwayatkan dari sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُوشِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى اْلأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan oleh bangsa-bangsa seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Baginda menjawab: ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah al-Wahan itu?” Baginda shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Hadits riwayat Abu Dawud [3745], al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [1452], Abu Nu’aim dalam Hilyah al-Auliya’ juz 1 hlm 182, al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah juz 6 hlm 534 dan al-Baghawi dalam Syarh al-Sunnah [4224]. Hadits tersebut bernilai hasan.
Hadits tersebut dijelaskan oleh para ulama sebagai berikut:

1) “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan oleh bangsa-bangsa seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya”, maksudnya bangsa-bangsa dari luar agama kalian akan bersama-sama dan saling mengajak satu sama lain untuk memerangi kalian, memecah kekuatan kalian dan memperbutkan negeri dan kekayaan yang menjadi milik kalian, sebagaimana sekelompok pemangsa bersama-sama dan saling mengajak satu sama lain untuk menyantap satu hidangan tanpa ada halangan dan rintangan. Mereka akan menikmati hidangan tersebut dengan tenang dan menghabiskan makanan tersebut tanpa ada kesulitan atau rintangan yang menghalangi.

Informasi dalam redaksi di atas telah menjadi kenyataan. Negara-negara non Muslim saling bekerja sama untuk memerangi, memecah kekuatan dan memperebutkan negeri dan kekayaan umat Islam, seperti yang terjadi di Iraq, Afghanistan, Libia, Syria dan lain-lain tanpa ada rintangan dan kesulitan yang menghalangi. La haula wa la quwwata illa billah.

2) Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Baginda menjawab: ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung”, maksud seperti buih mengapung tersebut adalah karena sedikitnya keberanian, rendahnya harga diri dan lemahnya mental mereka. Mereka berpecah belah, dalam kondisi yang lemah dan keinginan yang berbeda-beda.

Informasi hadits ini sesuai dengan realita yang ada sekarang. Umat Islam kehilangan keberanian, harga dirinya rendah dan mudah dijual pada kepentingan duniawi termasuk kepentingan asing. Tidak ada keinginan untuk menyatukan umat Islam dalam satu kekuatan. Perpecahan antar aliran dan faham luar biasa dahsyatnya.

3) “Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah al-Wahan itu?” Baginda shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” Hadits ini mengisyaratkan adanya kesatuan antara cinta dunia dan takut kematian. Orang yang cinta dunia pasti takut kematian. Orang yang takut kematian pasti cinta dunia. Hal inilah yang menyebabkajn mereka mengalah dan merendahkan dirinya di hadapan para musuh agama.

Demikian kesimpulan dari syarah hadits yang ditulis oleh al-Imam al-Thibi dalam al-Kasyif ‘an Haqaiq al-Sunan juz 11 hlm 3394 dan Mulla Ali al-Qari dalam Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih juz 8 hlm 3366.

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari hadits di atas, stigma buih yang mengapung tepatnya disematkan kepada orang-orang yang tidak punya keberanian, tidak ada tekad untuk menyatukan kekuatan, lemah mental, berpecah belah dan bercerai berai, mudah disogok dengan nama bantuan serta cenderung menjual harga diri dan golongannya kepada non Muslim.

Stigma buih yang mengapung tidak tepat disematkan terhadap umat Islam yang mempunyai keberanian, berupaya menyatukan kekuatan, tidak mau disogok, ikhlas dalam memperjuangkan agama dan kebenaran serta tidak menjual harga dirinya kepada non Muslim. Wallaahu a’lam.

0 Response to "Benarkah Aksi 212 Bagaikan Buih Yang Tidak Berkualitas?"

Post a Comment